Sarbin Tegas: Investasi Geothermal Telaga Rano Wajib Libatkan Masyarakat Halmahera Barat
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menegaskan pengembangan investasi panas bumi atau geothermal di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Rano, Kabupaten Halmahera Barat, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Menurut Sarbin, investasi tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan proyek, tetapi juga harus membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat sekaligus menikmati dampak ekonomi dari investasi tersebut.
Hal itu disampaikan Sarbin saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Pengembangan Panas Bumi WKP Telaga Rano di Gamalama Ballroom, Bela Hotel Ternate, Rabu (22/7/2026).
Jangan Biarkan Masyarakat Asing di Negeri Sendiri
Sarbin mengatakan Maluku Utara memiliki kekayaan sumber daya alam yang menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebut Maluku Utara saat ini menjadi salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia.
Karena itu, Pemprov Maluku Utara berkomitmen memberikan ruang investasi sepanjang seluruh ketentuan dipenuhi.
“Pemerintah daerah berkomitmen memberikan ruang yang luas bagi investor sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun, kita juga harus menyediakan suasana yang humanis, demokratis, rukun, dan damai,” ujar Sarbin.
Meski mendukung investasi, Sarbin menekankan dua hal yang wajib menjadi perhatian investor, yakni menjaga kelestarian lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal.
Ia secara khusus meminta PT Talaga Rano Geothermal selaku pengembang membuka ruang bagi masyarakat Halmahera Barat untuk ikut menjadi bagian dalam proses pembangunan proyek tersebut.
“Masyarakat Maluku Utara itu humanis dan cinta damai. Jangan biarkan mereka merasa asing di negerinya sendiri. Ajak dan libatkan mereka, serta berikan ruang bagi anak-anak negeri untuk menjadi bagian dari masa depan investasi ini,” tegasnya.
Sarbin berharap pengembangan geothermal Telaga Rano mampu membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Ia juga mengapresiasi langkah PT Talaga Rano Geothermal yang telah menggelar sosialisasi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan.
Namun, Sarbin berharap sosialisasi tidak berhenti di tingkat forum, melainkan diperluas secara langsung kepada masyarakat Halmahera Barat yang berada di sekitar wilayah pengembangan proyek.
Telaga Rano Berpotensi 40 MW
Sementara itu, Direktur Panas Bumi Ditjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Dr. Priatin Hadi Wijaya, mengatakan pengembangan panas bumi Telaga Rano sejalan dengan agenda pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurutnya, panas bumi merupakan sumber energi strategis karena mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam.
“Panas bumi adalah penyedia energi yang luar biasa karena mampu berproduksi 24 jam sehari tanpa intervensi. PT Talaga Rano Geothermal menunjukkan komitmen luar biasa dengan proses pengembangan yang sangat cepat,” jelasnya.
Hadi menyebut pemerintah menargetkan Indonesia menjadi produsen panas bumi nomor satu di dunia pada 2030.
Untuk mencapai target kapasitas panas bumi sebesar 23 gigawatt (GW) pada 2060, pemerintah menjalankan berbagai strategi, mulai dari pengembangan pembangkit panas bumi, penugasan pengusahaan panas bumi kepada BUMN, eksplorasi oleh pemerintah, pelaksanaan survei pendahuluan, hingga pelelangan wilayah kerja panas bumi berbasis daring.
Ia mengungkapkan, PT Talaga Rano Geothermal telah memperoleh izin panas bumi untuk wilayah Telaga Rano, Halmahera Barat, sejak 11 Juni 2026.
Perusahaan juga telah memenuhi kewajiban finansial dengan membayarkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berupa iuran eksplorasi sebesar USD 19.425.
Proyek geothermal Telaga Rano diperkirakan memiliki potensi menghasilkan listrik sekitar 40 megawatt (MW) yang nantinya dapat mendukung sistem kelistrikan regional Maluku Utara.
Pengembangan proyek tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi di daerah kepulauan, tetapi juga mendukung percepatan transisi energi terbarukan nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Halmahera Barat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., perwakilan Konsulat Jenderal di Surabaya, jajaran kepala OPD Pemprov Maluku Utara, direksi PT Talaga Rano Geothermal, serta peserta FGD.
Join channel telegram infosofifi.id agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now











