infosofifi.id
Beranda Parlementaria Rumah Layak Saja Tak Cukup, Sherly Laos Minta Ekonomi Keluarga Penerima Ikut Diperkuat

Rumah Layak Saja Tak Cukup, Sherly Laos Minta Ekonomi Keluarga Penerima Ikut Diperkuat

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos memastikan kondisi kesehatan warga penerima RTLH segera tertangani. Foto: Halmaherapost.com

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, memastikan program bantuan perumahan bagi masyarakat tidak berhenti sebatas pembangunan dan penyerahan rumah.

Saat turun langsung menemui warga di sejumlah lokasi di Kota Ternate, Sherly ikut memastikan kebutuhan penerima manfaat mendapat perhatian, mulai dari kondisi kesehatan hingga penguatan ekonomi keluarga.

Didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Maluku Utara, Musrifah, Sherly meninjau sejumlah pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Jumat (11/9/2026).

Kunjungan diawali di Kelurahan Marikurubu, Kecamatan Ternate Tengah. Di kawasan tersebut, Sherly menyerahkan bantuan rumah RTLH kepada seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek.

Namun, penyerahan rumah tidak menjadi akhir dari perhatian Sherly.

Ia berbincang langsung dengan penerima bantuan, menanyakan pekerjaan, kondisi ekonomi keluarga hingga melihat para tukang yang terlibat dalam pembangunan rumah tersebut.

Dari interaksi itu, Sherly melihat adanya potensi tenaga tukang yang dapat diberdayakan untuk mendukung pembangunan rumah lainnya melalui program Pemprov Maluku Utara.

Ia pun meminta Disperkim mendata para tukang, termasuk mereka yang memiliki latar belakang pendidikan STM, untuk dilibatkan dalam pekerjaan sekaligus diberikan pelatihan.

“Ibu Kadis nanti ambil nomornya, bisa kumpulkan mereka para tukang yang STM ini. Biar bisa selesaikan pekerjaan rumah yang lain. Pelatihan juga ke mereka para tukang,” kata Sherly.

Sherly juga meminta Disperkim tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah. Kebutuhan lain yang dapat membantu keluarga penerima manfaat meningkatkan perekonomian juga harus dipetakan.

Menurutnya, rumah layak huni akan lebih berarti jika diikuti dukungan yang mampu memperkuat kehidupan keluarga penerima.

Dari Marikurubu, rombongan kemudian menuju Kelurahan Soa, Kecamatan Ternate Tengah, untuk mengecek progres pembangunan rumah yang masih berlangsung.

Di lokasi tersebut, perhatian Sherly kembali tertuju pada kondisi penerima bantuan. Ia mendapat informasi bahwa pemilik rumah sedang mengalami persoalan kesehatan.

Sherly pun meminta agar kondisi kesehatan warga tersebut segera mendapatkan perhatian.

“Nanti ditangani kesehatannya. Bapak cepat sehat, biar tinggal dengan ibu di rumah baru,” ucap Sherly memberikan semangat.

Peninjauan berlanjut ke Kelurahan Sango, Kecamatan Ternate Utara.

Di sana, Sherly melihat progres pembangunan rumah BSPS milik seorang nelayan yang hampir rampung.

Kepada penerima bantuan, Sherly menjelaskan bahwa program BSPS merupakan bagian dari program Presiden Prabowo melalui kementerian yang membidangi perumahan.

“BSPS ini program Presiden Prabowo melalui kementerian perumahan. Maluku Utara dapat 5.300 unit, Ternate 500-an unit termasuk punya bapak,” jelas Sherly.

Selain memastikan pembangunan rumah berjalan sesuai rencana, Sherly kembali menyoroti kondisi ekonomi keluarga penerima.

Ia meminta agar penerima yang berprofesi sebagai nelayan turut mendapat dukungan sesuai kebutuhan. Perhatian juga diarahkan kepada ibu rumah tangga agar memiliki peluang kegiatan ekonomi yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Bagi Sherly, bantuan rumah layak huni tidak cukup apabila persoalan kesehatan dan ekonomi keluarga penerima belum ikut disentuh.

Pendekatan tersebut, kata dia, penting agar program perumahan benar-benar memberikan perubahan terhadap kualitas hidup masyarakat, bukan hanya mengubah kondisi fisik tempat tinggal.

Sementara itu, Kepala Disperkim Maluku Utara, Musrifah, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap progres pembangunan rumah di lapangan.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan kualitas pembangunan tetap terjaga.

“Kami berharap secepatnya tuntas. Kalau sebelum Desember sudah tuntas lebih bagus,” ujar Musrifah.

Pemprov Maluku Utara berharap program RTLH dan BSPS tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesehatan, kemandirian dan kesejahteraan keluarga penerima bantuan.

Join channel telegram infosofifi.id agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan