Sherly Targetkan 2027 Tak Ada Lagi Desa Gelap di Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menargetkan seluruh desa di provinsi kepulauan itu sudah menikmati akses listrik 100 persen pada 2027.
Target tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memastikan masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan tidak lagi tertinggal karena keterbatasan akses listrik.
Komitmen itu disampaikan Sherly usai menghadiri Alignment Forum Percepatan Program Listrik Desa Berkelanjutan, Senin (13/7/2026).
Forum tersebut mempertemukan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno yang mewakili Menteri ESDM, serta unsur Kejaksaan, BPKP, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Menurut Sherly, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci untuk mempercepat program elektrifikasi desa agar berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Masih ada desa yang gelap di tengah potensi Maluku Utara yang begitu besar. Itulah yang harus kita ubah bersama,” ujar Sherly.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke desa-desa terpencil melalui Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero).
Sherly mengungkapkan, ketika dirinya dilantik sebagai Gubernur Maluku Utara pada awal 2025, masih terdapat 70 desa yang belum menikmati aliran listrik.
Namun, hingga Juni 2026 jumlah tersebut telah berkurang menjadi 43 desa.
“Artinya, kita bergerak ke arah yang benar, tetapi pekerjaan kita belum selesai,” katanya.
Karena itu, Pemprov Maluku Utara menetapkan target seluruh desa di wilayah Maluku Utara telah teraliri listrik pada 2027.
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah daerah akan terus mengawal pembangunan berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari akses jalan, jembatan, hingga penyediaan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jaringan listrik.
Koordinasi lintas sektor juga akan diperkuat agar berbagai kendala di lapangan dapat segera diselesaikan.
Listrik Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Sherly menegaskan, listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan. Kehadiran listrik menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.
Menurutnya, akses listrik akan memberikan ruang belajar yang lebih baik bagi anak-anak, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menggerakkan ekonomi desa, meningkatkan pelayanan kesehatan, serta menciptakan kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat di wilayah terpencil.
“Listrik bukan sekadar membuat lampu menyala. Listrik membuka ruang belajar bagi anak-anak, menghidupkan UMKM, menggerakkan ekonomi desa, meningkatkan layanan kesehatan, dan menghadirkan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Sherly menegaskan, tidak boleh ada satu pun desa di Maluku Utara yang tertinggal hanya karena belum memiliki akses listrik.
Ia menyebut percepatan elektrifikasi desa merupakan bagian penting dari upaya pemerintah menghadirkan pemerataan pembangunan dan keadilan bagi seluruh masyarakat Maluku Utara.
“Percepatan elektrifikasi desa adalah bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan dan keadilan bagi seluruh masyarakat Maluku Utara,” tandas Sherly.
Join channel telegram infosofifi.id agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









