infosofifi.id
Beranda Parlementaria Yusran Pauwah Desak Pemprov Malut Tindak Lanjuti Aspirasi Masyarakat Sula

Yusran Pauwah Desak Pemprov Malut Tindak Lanjuti Aspirasi Masyarakat Sula

Anggota DPRD Maluku Utara, Yusran Pauwah saat menyampaikan pandangan fraksi dalam sidang paripurna. Foto: ist

Anggota DPRD Maluku Utara dari Daerah Pemilihan Kepulauan Sula–Pulau Taliabu, Yusran Pauwah, mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera merealisasikan bantuan bagi nelayan serta warga terdampak banjir di Desa Waisakai, Kabupaten Kepulauan Sula.

Desakan itu disampaikan Yusran dalam rapat paripurna penyampaian hasil reses DPRD Maluku Utara yang dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, di Sofifi, Senin, 20 Juli 2026.

Dalam penyampaiannya, Yusran mengungkapkan masyarakat nelayan mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi dalam memperkuat sektor perikanan. Namun, pelaksanaan program tersebut dinilai belum menjangkau seluruh nelayan karena keterbatasan kuota penerima bantuan yang harus melalui proses verifikasi perbankan.

Menurutnya, kelompok nelayan telah menyiapkan data calon penerima bantuan untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi. Sayangnya, hingga kini usulan tersebut belum memperoleh persetujuan.

“Kuota yang diberikan menurut masyarakat masih sangat terbatas. Mereka sudah menyiapkan data, tetapi sampai sekarang belum mendapat persetujuan. Kami berharap ada penambahan kuota agar lebih banyak nelayan dapat mengakses program tersebut,” kata Yusran.

Tak hanya menyoroti sektor perikanan, legislator asal Kepulauan Sula–Pulau Taliabu itu juga mempertanyakan belum terealisasinya bantuan bagi korban banjir di Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Timur.

Padahal, kata dia, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula telah memenuhi permintaan Pemerintah Provinsi dengan mengirimkan laporan resmi terkait bencana tersebut sebagai syarat pencairan bantuan.

Yusran menjelaskan, sebelumnya Gubernur Maluku Utara menyampaikan bahwa bantuan dapat direalisasikan setelah adanya surat resmi dari pemerintah kabupaten. Namun hingga kini, warga yang terdampak banjir belum juga menerima bantuan.

“Surat resmi dari pemerintah kabupaten sudah disampaikan. Harapan kami, Pemerintah Provinsi segera merealisasikan bantuan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sehingga 156 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Waisakai dapat segera memperoleh bantuan,” tegasnya.

Yusran berharap aspirasi yang disampaikan dalam rapat paripurna tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Ia menilai percepatan penyaluran bantuan, baik bagi nelayan maupun korban banjir, merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan demi meringankan beban masyarakat di wilayah kepulauan.

Join channel telegram infosofifi.id agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan