infosofifi.id
Beranda Parlementaria Nelayan Soligi Dapat Dukungan Kapal, Wagub Sarbin Apresiasi Harita Nickel

Nelayan Soligi Dapat Dukungan Kapal, Wagub Sarbin Apresiasi Harita Nickel

Ibrahim (paling kanan) ketika menerima bantuan kapal ikan berkapasitas 10 GT secara simbolis dari Harita Nickel, dan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe (kedua dari kanan). Foto: ist

Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengapresiasi dukungan Harita Nickel terhadap Kelompok Nelayan Soligi melalui pembangunan kapal penampung ikan berkapasitas 10 gross tonnage (GT). Dukungan tersebut dinilai dapat memperkuat produktivitas nelayan sekaligus mendorong pengelolaan hasil perikanan di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dalam kegiatan Temu Sinergi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Harita Nickel di Sofifi, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Kelompok Nelayan Soligi, Ibrahim, hadir mewakili kelompoknya untuk menerima secara simbolis dukungan pembangunan kapal melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel.

Kapal berkapasitas 10 GT tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas penangkapan ikan dan meningkatkan kemampuan nelayan dalam menampung serta mengelola hasil tangkapan. Menariknya, proses pengerjaan kapal diserahkan langsung kepada masyarakat nelayan Soligi sebagai bagian dari pemberdayaan berbasis kearifan lokal sekaligus pelaksanaan program padat karya.

Sarbin menilai dukungan tersebut relevan dengan potensi perikanan di Pulau Obi. Menurutnya, hasil tangkapan nelayan di wilayah tersebut cukup menjanjikan sehingga perlu diikuti dengan penguatan penyerapan dan pengelolaan hasil perikanan.

“Saya mengapresiasi Harita Nickel sudah mendukung kegiatan nelayan di Pulau Obi, bahkan melalui bantuan kapal nelayan dengan kapasitas 10 GT. Di Obi hasil tangkapan ikannya bagus, semoga hasil dari nelayan dapat semakin optimal diserap untuk kebutuhan perusahaan,” ujar Sarbin.

Ia mengatakan, pengembangan sektor perikanan juga sejalan dengan karakter masyarakat Maluku Utara yang memiliki kedekatan kuat dengan hasil laut. Ikan, kata dia, merupakan bagian penting dari konsumsi masyarakat sehari-hari.

Karena itu, Sarbin berharap dukungan terhadap sektor kelautan dan perikanan dapat diperluas, termasuk pada pengembangan budidaya ikan.

“Masyarakat Maluku Utara gemar mengonsumsi ikan laut. Semoga berikutnya Harita Nickel juga bisa mendukung budidaya ikan, agar sektor ini dapat semakin bertumbuh,” katanya.

Selain hasil tangkapan yang melimpah, Sarbin juga menyoroti kualitas ikan dari Halmahera Selatan. Ia menyebut ikan dari wilayah tersebut memiliki kualitas yang baik dan relatif mampu bertahan dalam kondisi tertentu setelah ditangkap.

Ketua Kelompok Nelayan Soligi, Ibrahim (kiri) saat berdiskusi dengan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe (kanan) dalam kegiatan Temu Sinergi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Harita Nickel di Sofifi, Kamis, 27 Agustus 2026. Foto: ist

“Informasi yang menarik, ikan di daerah Halmahera Selatan berkualitas baik. Pasca ditangkap empat sampai lima jam, kualitas tetap baik walaupun tanpa es,” tambahnya.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan perikanan di Halmahera Selatan bukan hanya soal meningkatkan produksi tangkapan. Lebih jauh, diperlukan penguatan rantai pengelolaan, distribusi, hingga akses pasar agar hasil laut mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.

Bagi Kelompok Nelayan Soligi, pemberdayaan tidak cukup hanya dengan penyediaan sarana produksi. Kepastian dalam menjalankan aktivitas di laut juga menjadi kebutuhan penting.

Karena itu, selain mendukung pembangunan kapal, Harita Nickel turut memfasilitasi komunikasi dan pendampingan administrasi antara Kelompok Nelayan Soligi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara.

Pendampingan tersebut antara lain mencakup pengurusan perizinan rumpon sesuai ketentuan serta usulan pembentukan kelompok pengawasan laut berbasis masyarakat.

Dalam skema tersebut, masyarakat nelayan berperan melakukan pemantauan dan menyampaikan informasi dari lapangan. Sementara kewenangan pengawasan dan penegakan hukum tetap berada pada instansi pemerintah yang berwenang, termasuk Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Halmahera Selatan.

Ibrahim menilai aspek legalitas menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman dan kepastian bagi nelayan saat bekerja di laut.

“Legalitas perizinan dan keberadaan SK Satgas tersebut merupakan payung hukum yang sangat penting bagi keselamatan dan kepastian kerja kami di laut,” ujar Ibrahim.

Dukungan kapal 10 GT menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas penyerapan hasil tangkapan nelayan Soligi. Namun, pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat nelayan, dan dunia usaha juga diarahkan pada penguatan kapasitas usaha, kepastian administrasi, akses pasar, hingga tata kelola kegiatan perikanan yang lebih baik.

Dengan pendekatan tersebut, potensi laut Pulau Obi dan Halmahera Selatan diharapkan tidak hanya menghasilkan tangkapan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perikanan yang lebih produktif, tertata, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Join channel telegram infosofifi.id agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan