infosofifi.id
Beranda Advertorial Kado Hardiknas 2026 dari Gubernur Sherly: Hadirkan Sekolah Kedinasan hingga PJJ di Maluku Utara

Kado Hardiknas 2026 dari Gubernur Sherly: Hadirkan Sekolah Kedinasan hingga PJJ di Maluku Utara

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda saat memberikan sambutan pada perayaan Hardiknas 2026 di Sofifi. Foto: Yud

Pemerintah Provinsi Maluku Utara memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 untuk meluncurkan sejumlah program strategis di sektor pendidikan.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dalam sambutannya menyampaikan, salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah pembibitan sekolah kedinasan bagi putra-putri daerah.

“Program ini kita siapkan untuk mencetak ASN profesional dari Maluku Utara yang ke depan bisa bersaing di tingkat nasional,” kata Sherly saat kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Sabtu 2 Mei 2026.

Dalam program tersebut, Pemprov Maluku Utara telah menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi, di antaranya Politeknik Keuangan Negara STAN, Politeknik Statistika STIS, dan Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD.

Sherly bilang, skema pembiayaan dilakukan secara bersama, yakni 60 persen ditanggung Pemprov Maluku Utara dan 40 persen oleh pihak terkait, dengan kuota peserta yang terbatas setiap tahun.

“Setiap tahun kita seleksi putra-putri terbaik Maluku Utara untuk dipersiapkan mengisi posisi kedinasan,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov juga meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk menjawab keterbatasan akses pendidikan menengah di wilayah kepulauan.

Pada tahap awal, program ini diterapkan di Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, dan Halmahera Timur.

Melalui PJJ, siswa dapat mengikuti pembelajaran dari daerah masing-masing dengan sistem daring dan tatap muka terbatas. Pemprov juga menyiapkan dukungan infrastruktur, termasuk perangkat komputer dan pemanfaatan fasilitas sekolah terdekat sebagai pusat belajar.

“Ada kunjungan guru dari sekolah induk beberapa hari dalam seminggu agar kualitas belajar tetap terjaga,” kata Sherly.

Di sisi lain, program beasiswa untuk 1.000 siswa juga tetap dilanjutkan dengan mekanisme baru berbasis digital. Proses pendaftaran hingga verifikasi dilakukan melalui sekolah masing-masing.

Program ini menyasar siswa dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 5 dan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Maluku Utara.

Pemprov Maluku Utara menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Join channel telegram infosofifi.id agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan