infosofifi.id
Beranda Advertorial Menuju SMK Mandiri! Pemprov Maluku Utara Dorong 15 Sekolah Jadi BLUD

Menuju SMK Mandiri! Pemprov Maluku Utara Dorong 15 Sekolah Jadi BLUD

Rapat Koordinasi Penilaian Pembentukan BLUD SMK yang dipimpin Sekretaris Daerah Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara. Foto: Janu/Humas Pemprov Maluku Utara

Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat pendidikan vokasi. Kali ini, sebanyak 15 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) resmi diusulkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai langkah strategis menuju sekolah yang lebih mandiri, inovatif, dan siap mencetak lulusan berdaya saing tinggi.

Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penilaian Pembentukan BLUD SMK yang dipimpin Sekretaris Daerah Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Senin 27 April 2026.

Rakor tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 yang memberi fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan serta peningkatan kualitas layanan publik.

Menurut Samsuddin, pembentukan BLUD menjadi langkah penting agar sekolah lebih efektif dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman. Ia menilai SMK memiliki posisi strategis sebagai pencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia industri.

“Implementasi BLUD di SMK menjadi prioritas untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan,” ujar Samsuddin.

Samsuddin juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi agar percepatan pembentukan BLUD bisa berjalan maksimal.

“Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai tonggak penting dalam penguatan pendidikan vokasi di Maluku Utara, demi melahirkan generasi unggul dan kompetitif,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menambahkan bahwa BLUD akan membuka peluang besar bagi sekolah untuk mengoptimalkan aset, unit produksi, hingga penguatan kewirausahaan siswa.

“BLUD juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap kerja dan berdaya saing,” katanya.

Abubakar bahkan mencontohkan salah satu SMK di Jawa Tengah yang memiliki valuasi aset hingga Rp20 miliar, sebagai gambaran potensi besar yang bisa dikembangkan di Maluku Utara.

Olehnya itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengusulkan 15 SMK jadi BLUD, diantaranya SMKN 1 Ternate, SMKN 2 Ternate, SMKN 3 Ternate, SMKN 4 Ternate, SMKN 5 Ternate, SMKN 1 Tidore Kepulauan, SMKN 2 Tidore Kepulauan, SMKN 3 Tidore Kepulauan, SMKN 4 Tidore Kepulauan, SMKN 5 Tidore Kepulauan, SMKN 6 Tidore Kepulauan, SMKN 1 Halmahera Selatan, SMKN 1 Halmahera Timur, SMKN 2 Halmahera Utara, dan SMKN 2 Halmahera Tengah.

Pemilihan sekolah tersebut didasarkan pada potensi aset yang dimiliki, kesiapan mengembangkan Teaching Factory (TeFa), serta dukungan program revitalisasi dari pemerintah pusat.

Langkah ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Maluku Utara dalam memajukan pendidikan. Dengan status BLUD, SMK diharapkan semakin lincah berinovasi, mandiri secara pengelolaan, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah maupun tantangan global.

Join channel telegram infosofifi.id agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan