Andalkan Pendidikan Vokasi, Maluku Utara Bakal Cetak Tenaga Kerja Terampil
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat pendidikan vokasi sebagai langkah strategis mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia industri sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Tata Kelola dan Sinkronisasi Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara pada 12–13 Mei 2026 di Sofifi.
Kegiatan tersebut diikuti 63 kepala SMK negeri se-Maluku Utara dan dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Maluku Utara, Kadri Laetje.
Dalam sambutannya, Kadri menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe menempatkan SMK sebagai sektor strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, sekolah kejuruan tidak hanya berfungsi mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung program ketahanan pangan daerah.
“SMK sebagai penopang ketahanan pangan. Lulusan SMK mendukung penyiapan tenaga kerja terampil untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja lokal dan global,” ujar Kadri.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, yang menggagas program “SMK Menanam” sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis produktivitas dan kemandirian sekolah.
Program tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya ditunjukkan SMK Negeri 4 Tidore yang berhasil memanen sekitar dua ton jagung dari lahan seluas dua hektare.
“Ini membuktikan bahwa SMK sebagai penopang ketahanan pangan bukan sekadar narasi, tetapi sudah menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Makmur, menjelaskan rakor tersebut difokuskan pada berbagai agenda strategis untuk memperkuat tata kelola pendidikan vokasi di Maluku Utara.
Beberapa isu utama yang dibahas antara lain verifikasi data dasar SMK sesuai kondisi riil satuan pendidikan, analisis perencanaan berbasis rapor pendidikan, penguatan kemitraan sekolah dengan potensi wilayah dan dunia industri, pengembangan komunitas belajar guru produktif, hingga pemetaan potensi pengembangan SMK di Maluku Utara.
Menurut Makmur, penguatan sinkronisasi program menjadi langkah penting agar SMK mampu lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja.
“Melalui rakor ini diharapkan kualitas lulusan SMK semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Join channel telegram infosofifi.id agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






